Payudara adalah aset berharga kaum perempuan. Bukan hanya sebagai daya tarik seksual, juga modal penting keberlangsungan generasi berikutnya. Karena itu, menjaga kesehatan buah dada hukumnya wajib. salah satunya, melalui pijat payudara.

“Pijat-memijat itu sanggup menghilangkan stress, bahkan membuang racun di seluruh tubuh,” ujar ahli kecantikan internasional, Jessa Blades dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu. Berkat upayanya pula, metode Ayurveda (pengobatan ala India) semakin digemari wanita di negara asal Jessa, Amerika Serikat. Pada metode Ayurveda, pijat seluruh tubuh berarti termasuk pijat payudara. Sebuah cara yang tak lazim untuk perempuan di bumi belahan barat sebelumnya.

Jessa bersama metode Ayuverda menganjurkan pijata payudara bagi semua perempuan, apalagi yang sedang menjaga penampilan tetap seksi. Aksi pijatan, ujar Jessa, melancarkan aliran darah dari dan ke jaringan payudara. Hasilnya tentu membuat payudara terlihat lebih sehat. Terlebih, bagi perempuan dengan payudara kendur, pijatan dipercaya dapat mengencangkan “buah melon” ini. Dianjurkan, pijat payudara menggunakan minyak esensial, atau minyak zaitun (olive oil).

Tapi fungsi pijat payudara tak hanya yang disebutkan Jessa di atas. Manfaat lainnya antara lain:

  1. Memperlancar Kerja Limfa

Jaringan payudara menyebar di area dada hingga bawah ketiak. Di sinilah salah satu tempat kelenjar getah bening atau limfa. Memijat payudara dapat membantu melancarkan kerja sistem limfatik kelenjar limfa.

Menurut therapis Katinka Locascio, pemakaian bra berjam-jam setiap hari mengurangi kinerja sistem limfatik. Maka ia menyarankan, copot bra pada malam hari dan lakukan pijatan untuk menstimulasi kelenjar limfa sekaligus memperlancar aliran darah.

  1. Deteksi dan Perkecil Risiko Kanker Payudara

Seperti disebutkan pada poin 1, pijat payudara membantu memperlancar kinerja limfa. Hal ini penting karena tugas limfa adalah mengeluarkan sisa racun pada tubuh. Kadangkala, kerja limfa terhambat sehingga terjadi penumpukan cairan yang disebut limfadema. Nah, penumpukan racun inilah yang memicu timbulnya kanker payudara. Itulah sebabnya pijatan sangat penting.

Pijat payudara sekaligus mendeteksi bibit kanker payudara. Dalam Journal of Womens Health pada 2011, dilaporkan bahwa 25 persen wanita dapat mendeteksi kanker payudara lebih dini. Caranya lewat aksi pijat-memijat. Hasilnya, sekitar 18 persen berhasil mendeteksi kemungkinan payudara.

Maka, Anda bisa lakukan hal yang sama. Pijatlah payudara Anda, dan jika merasa ada benjolan, segera periksa ke dokter.

  1. Memperlancar ASI

Beragam penelitian menunjukkan pijat payudara pada ibu yang tengah merawat bayi dapat meningkatkan produktivitas air susu (ASI) hingga 48 %. Pijatan juga menurunkan risiko pembengkakan payudara, tersumbatnya saluran susu, hingga bahaya infeksi pada jaringan payudara.

Sementara itu, Journal of Korean Academy of Nursing menyimpulkan bahwa pijatan payudara selama 30 menit – 10 hari setelah melahirkan – membantu mengurangi rasa nyeri.